Samsung Akan Bangun Pabrik Chip Baru di Amerika Senilai Rp 242,4 Triliun

Samsung akan membangun pabrik chip canggih baru di Texas, Amerika Serikat, yang diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 17 miliar (Rp 242,4 triiun). Pabrik yang berlokasi di Kota Taylor itu memiliki luas sekitar 1.200 hektare, lebih besar dari pabrik yang ada di Austin.

Vice Chairman dan CEO Device Solutions Division di Samsung Electronics, Kinam Kim, mengatakan pabrik itu akan memiliki kapasitas produksi yang lebih besar. “Kami akan dapat melayani kebutuhan pelanggan kami dengan lebih baik dan berkontribusi pada stabilitas rantai pasokan semikonduktor global,” ujar dia pada Selasa, 23 November 2021.

Samsung berencana untuk memulai pembangunan di lokasi tersebut tahun depan, dan mulai memproduksi chip pada tahun 2024. Pada akhirnya, Samsung diharapkan mulai menggunakan pabrik baru untuk memproduksi prosesor, untuk digunakan sendiri dan produk perusahaan lain.

Menurut Kim, selain mitra yang ada di Texas, Samsung berterima kasih kepada pemerintahan Biden karena telah menciptakan lingkungan yang mendukung perusahaan seperti Samsung, “Saat kami bekerja untuk memperluas manufaktur semikonduktor terdepan di Amerika untuk produksi dan inovasi chip domestik,” katanya.

Kota Taylor juga menawarkan insentif kepada Samsung untuk menempatkan pabriknya di sana, yang dilaporkan menghasilkan keringanan pajak properti lebih dari 90 persen untuk sepuluh tahun pertama, dan akan membuka lapangan pekerjaan baru sebanyak 1.800.

Laporan menyebutkan bahwa pabrik di Taylor akan memproduksi chip canggih untuk perusahaan lain berdasarkan desain mereka. Laporan sebelumnya telah mengindikasikan pabrik baru ini dapat menghasilkan chip 3nm. Samsung sebelumnya telah memproduksi chip untuk perusahaan seperti Qualcomm dan Nvidia.

Saat ini pemerintahan Biden berusaha untuk meningkatkan produksi chip Amerika, mengurangi potensi gangguan rantai pasokan, dan membalikkan penurunan pangsa manufaktur negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Senat baru-baru ini menyetujui subsidi sebesar US$ 52 miliar untuk pabrik pembuat chip baru, meskipun aturannya belum disahkan.

Industri pembuatan chip memiliki rencana peningkatan kapasitas produksi, tapi banyak dari pabrik baru tidak akan beroperasi dalam waktu dekat. Pabrik chip baru TSMC dan Sony senilai US$ 7 miliar di Jepang tidak akan memulai produksi hingga akhir tahun 2024, tahun yang sama dengan pabrik baru TSMC senilai US$ 12 miliar di Arizona.

TSMC mengatakan pihaknya berencana untuk menginvestasikan lebih dari US$ 100 miliar di pabrik chip baru selama tiga tahun ke depan. Sementara Intel berencana untuk menghabiskan jumlah yang sama selama dekade berikutnya untuk investasi di Amerika dan Eropa.

THE VERGE | BLOOMBERG | WALL STREET JOURNAL

Tinggalkan Balasan