Intel Gembleng 82 Siswa di Yogyakarta Ciptakan Solusi Berbasis AI

Sebanyak 82 siswa dari 41 sekolah setingkat SMA di Yogyakarta selama enam bulan terakhir mendapat pelatihan dari perusahaan raksasa teknologi, Intel. Para siswa mendapat kesempatan mendalami dan menciptakan berbagai platform berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Melalui program bernama Intel Prakarsa Muda yang digarap bersama Yayasan Sagasitas Indonesia itu, para siswa yang didampingi setidaknya menghasilkan 21 purwarupa solusi kecerdasan buatan. Solusi didorong lahir dari sentivitas terhadap masalah yang terjadi di lingkungan sekitar para siswa tersebut.

Caranya, membangun karakter inovator dengan mengedepankan kearifan lokal. Contoh solusi kecerdasan buatan dari siswa peserta ini adalah mendeteksi kerumunan di masa pandemi dengan menggunakan metode Computer Vision. Contoh lainnya adalah penerapan metode Natural Language Processing (NLP) untuk mendeteksi depresi manusia.

Janio Nugraha, Direktur Program Intel Prakarsa Muda, menyatakan bahwa pada prinsipnya, program bertujuan mendorong demokratisasi teknologi agar dapat dilakukan secara inklusif tanpa membatasi latar belakang dan jenjang pendidikan.

Selain juga, “Penguasaan dan pemanfaatan AI dapat dilakukan sejak usia dini,” katanya, di Yogyakarta, Jumat 10 Desember 2021..

Dewan Pembina Yayasan Sagasitas Indonesia, R. Gunawan Susilowarno, mengatakan, beberapa solusi kecerdasan buatan hasil pengembangan siswa peserta berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Intel AI Global Impact Festival 2021. Gunawan merujuk kepada solusi berjudul ‘Mental Illnes Early Detection System Referring to Tweets Based on NLP-based AI’ yang meraih Global Winner.

Gunawan menerangkan, Program Intel Prakarsa Muda menjadi satu bentuk terobosan yang dilaksanakan untuk memperkenalkan kecerdasan artifisial kepada generasi muda berumur 14-19 tahun dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan pengalaman. Tujuannya, mereka menjadi mampu mengembangkan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Gerakan pendidikan digital dapat dilaksanakan dari akar rumput, sehingga AI dapat menjadi teknologi yang datang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat,” kata dia.

Tinggalkan Balasan